Powered By Blogger

Sabtu, 05 Januari 2013

Winta Karna Pendiri Karate Kala Hitam Kyokushin Kai di Medan

Karate Kala Hitam Kyokushin Kai-Kan

Sejarah Pendiri KARATE KYOKUSHIN KALA HITAM KANCHO WINTA KARNA


Kancho Winta Karna , Lelaki berperawakan sedang ini merupakan anak ke-5 dari 6 bersaudara. ia lahir dari pasangan Irawan dan Misnariani. Winta Karna dilahirkan di sebuah desa bernama Tiganderket ,sekitar 15 KM sebelah barat kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo ,23 april 1944.
Kancho Winta Karna mengenal bela diri dari kelas 1 smp , winta karna saat itu belajar bela diri kungfu dari seorang temannya di jalan Veteran (d/h Jalan Bali) selama 8 bulan . setelah belajar selama 8 bulan winta karna menyadari gurunya itu ternyata terlalu pelit untuk menurunkan Ilmu.

Tiga bulan pertama dia hanya diajar kuda-kuda (kiba dachi). setelah itu pada tiga bulan berikutnya baru diajar teknik pukulan lurus ke depan (chudan Tsuki) , sehingga terasa sangat monoton dan membosankan, Winta lalu memutuskan u ntuk berhenti , dia pun pindah ke perguruan Karate di jalan pandan medan. Dojo ini diasuh oleh MR. Anggiono, beberapa bula kemudian perguruan ini pindah ke AUla perguruan Sutomo di jalan jambi. Dojo tersebut akhirnya berhenti karena murid-muridnya mengundurkan diri akibat beratnya latihan dan ujian kenaikkan tingkat , sehingga yang tinggal bertahan hanya Winta sendiri . Karena tidak lagi memiliki murid , perguruan bela diri ini secara otomatis berhenti. Pada saat itu , Winta harus belajar sendiri agar Teknik-teknik yang dipelajarinya jangan sampai lupa.
Tahun 1962 Winta berhasil menamatkan pendidikannya dari SMA perguruan Setia .Dan setelah Tamat Winta pun ditawarkan pekerjaan masuk di PT. Biro Asri, Winta segera beradaptasi dengan baik, sehingga semua orang sayang kepadanya . ketelitian dan kejujurannya membuat Winta dalam waktu singkat menjadi salah satu kepercayaan pimpinan. Diapun acapkali diminta untuk menyelesaikan berbagai macam urusan , termasuk menemani pimpinan ketika MEETING dengan tamu-tamu asing.
Meskipun dojo tempat berlatih sudah tutup dan aktivitasnya sehari-hari banyak bergelut di tempat kerjaan, bukan berarti Winta lantas berhenti berlatih karate, Baginya selagi jantung berdenyut, latihan karate tidak pernah berhenti, Begtulah kecintaannya terhadap ilmu bela diri yang satu ini , setelah tempat berlatihnya tutup, winta memang sempat khawatir dirinya tidak akan bisa meningkatkan kemampuan di bidang karate, tetapi Dewi Fortuna sepertinya masi berpihak kepadanya.
Kisahnya bermula ketika perusahaan tempatnya bekerja memenangkan tender pemasangan pipa Pertamina di bawah laut . Karena saat itu teknisi dalam negeri tidak ada yang mampu mengerjakannya, maka didatangkanlah ahli las dari Jepang, Ketika jamuan makan malam dengan orang-orang Jepang ini, Kepala teknik PT Biro Asri memperkenalkan Winta pada tamu-tamunya.
Pimpinan perusahaan bernama Nurpin Harsono yang kemudian menjadi mertuanya itu juga menyebutkan bahwa WInta seorang pemain karate, Rupanya usai jamuan makan malam , teknisi Jepang yang juga pemain karate itu memanggil Winta . Keduanya pun cepat akrab . Warga Jepang yang bernama Kawa Kitha tersebut lalu mengajak Winta ke Campnya untuk berlatih bersama , Kegiatan ini berlangsung hingga 6 bulan . Kawa Kitha lalu memberikan rekomendasi ke perwakilan Kyokushinkai zone Asia Tenggara yang berkantor di Singapore untuk mengikuti ujian guna mendapatkan sabuk hitam DAN-1.
Di Singapore. Winta langsung diuji oleh Branch Chiefnya Mr Peter Chong dan dinyatakan lulus dengan memuaskan.
Satu setengah tahun berikutnya .Peter Chong memberikan rekomendasi agar Winta Karna ujian ke Jepang untuk mengambil sabuk hitam DAN-ll .Ia juga berhasil menyelesaikan ujian dengan baik, dan pada tahun 1976 winta berhasil menyabet DAN-lll di Jepang, Ketika mengikuti ujian kenaikkan tingakat ini . Rupanya Matsutatsu Oyama yang juga pendiri aliran Kyokushinkai ini memperhatikan kemampuan dan teknik karate Winta .
Kanchu Full Contack ini lalu memberikan kesempatan kepadanya agar mengikuti ujian mental dan pengetahuan umum sebagai salah satu syarat untuk dapat diangkat sebagai pelatih international . Hasilnya lagi-lagi sangat memuaskan , Guru karate yang akrab di kalangan murid-muridnya dengan panggilan Sensei ini bisa menyelesaikan seluruh materi ujian dengan sangat baik .
Setelah melewati proses seleksi yang sangat ketat, akhirnya Winta karna memperoleh sertifikat International untuk membuka Perguruan Karate di Indonesia .(yang akhirnya berpusat di kota Medan dengan nama Perguruan Karate Kala Hitam KyokushinKaikan)
sertifikat ini ditandatangani oleh M.mori (President International Karate Organization Honbu Kyokushin Syogakukai Kyokushinkaikan) selain itu sertifikat ini juga ditandatangani oleh Direktur Umumnya H Shiatsugu ,Serta Kanchu Full Contack , Matsutatsu Oyama.
Pasukan MARINIR INDONESIA juga dilatih langsung oleh Winta Karna.
Dan Pasukan Khas TNI juga dilatih oleh Winta Karna.